Arti "Fashion" Dalam Hidup


         Fashion (fesyen) atau mode dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti ragam (cara, bentuk) yang terbaru pada suatu waktu tertentu (tentang pakaian, potongan rambut, corak hiasan, dan sebagainya).

Secara khusus dapat dikatakan Fashion adalah gaya berpakaian yang digunakan setiap hari oleh seseorang, baik itu dalam kehidupan sehari-harinya ataupun pada saat acara tertentu dengan tujuan untuk menunjang penampilan.
Atau definisi lain dari Fashion yaitu gaya berbusana yang populer dalam suatu budaya atau sebagai mode. Ada juga yang berpendapat bahwa fashion merupakan gaya berbusana yang menentukan penampilan dari seorang individu. Kata Fashion sendiri berasal dari bahasa Inggris yang dapat diartikan sebagai mode, model, cara, gaya ataupun kebiasaan.

Bagi saya sendiri, fashion saya adalah saya. Apa yang saya pakai menunjukan siapa saya dan karena saya orangnya sangat moody, biasanya gaya berbusana saya mengikuti mood yang ada hwhwhw
 kalau lagi pengen santai, ya santai banget, kalau lagi pengen keren, beuh.... sangking kerennya sampai dipandang aneh! 😂😂😂

Tapi, Pinkiesh, arti fashion sendiri berbeda-beda tergantung dari siapa yang berbicara. Perkembangan trend fashion di Indonesia didorong oleh beberapa faktor yaitu Media Massa, Dunia Entertainment, Dunia Bisnis, dan Internet. Hal ini akan membuat para desainer lebih mudah mengakses dan mengetahui tentang trend fashion yang sedang populer untuk menciptakan variasi dalam fashion.

                Di jaman now, fashion telah dijadikan tolak ukur stratifikasi dan eksistensi sosial. Berpakaian kini telah menjadi ajang gengsi, harga dan model pakaian yang kita pakai menunjukan di level mana kita berada. semakin mewah atau trendy fashion stuff yang kita kenakan, semakin tinggi juga orang memandang kita. Tidak hanya dikalangan para kaum sosialita saja, budaya ini telah menyebar ke seluruh kalangan.
  Contoh gampangnya bisa dilihat saat acar-acara besar seperti lebaran atau pas ke kondangan, dandannya heboh, beli pakaiannya pun harus yang terlihat 'wow' di mata orang lain. Kayak pengalamaan saya ini deh; 30 desember 2017 kemarin saya dan nenek saya menghadiri sebuah acara maulid nabi di masjid Al-mujahadah ciputat dengan berpakaian selayaknya, sopan dan anggun. di jalan menuju lokasi acara, saya bertemu seorang ibu dan anaknya berjalan melewati saya ke arah yang berlawanan, mereka mengenakan mukena. kemudian ibu itu berbalik dan bertanya kepada nenek saya
"maaf bu, kalau di sini maulid-annya kayak gimana ya?"
rupanya Ibu itu mau balik lagi ke rumah untuk berganti pakaian karena ia merasa malu, saat sampai di lokasi, seluruh hadirinnya berpakaian rapih, blink-blink dan full make up. Dia orang rantau dari padang, katanya kalau di padang, maulid-an di masjid itu ya pakai mukena, gak seheboh kalau mau  kondangan.
saat di lokasi acara pun saya agak terkejut, semua orang -terutama kaum ibu- berdandan layaknya menghadiri acara pernikahan, brlomba-lomba berpenampilan terbaik dengan pakaiannya. Bawa tasnya aja yang segede gambreng soalnya branded, padahal rumah mereka masih di sekitar masjid.


Sshhhh ini foto yang sempat saya ambil diam-diam...
Kalau kalian liat para ibu-ibu ini secara langsung, pasti ngiranya mereka mau pergi kondangan hihihihi




      Fashion kids jaman now sudah banyak terpengaruh budaya luar -terutama budaya barat- melalui berbagai media sosial seperti instagram, facebook dan sebagainya. Biasanya mereka yang pengen "gaul" merasa wajib banget memiliki fashion stuff yang trendy yang kekinian.
 kok tau fashion stuff itu kekinian?
Karena banyak selebgram, artis atau orang-orang beruntung yang mengenakannya di dalam foto-foto mereka, lalu banyak online shop yang menjual replika barang-barang mewah tersebut sehingga jadi trend di masyarakat. Iyup, masyarakat lah yang membuat trend mereka sendiri. Melalui bantuan media sosial trend tersebut tersebar dan menjadi peluang bisnis untuk para fashion designer.
Sayangnya,  kids jaman now masih belum mahir menyaring berbagai modern fashion tersebut, banyak fashion style luar negeri yang bertolak belakang dengan budaya kita.... juga bentuk badan kita (mungkin lebih tepatnya badan saya). 😭😭😭
      Mengenakan pakaian kekinian yang lagi trend atau pakaian branded (yang harganya mengharuskan saya menjual ginjal dulu) bisa menaikkan rasa percaya diri mereka. Bisa dibilang, lebih bergengsi dan merasa derajatnya terangkat (orang kahhyahh), merasa jadi anak eksis gituuuu... Badayyy membahanaaa.....
Seperti salah satu teman saya, namanya Gallant, dia pakai sweater tebal di siang hari terik di Jakarta!  Saya yakin itu puannnaasss banget. Katanya "gak papa gak enak dipakenya, yang penting kekinian!" 

Ok, balik ke topik, pandangan tiap orang tentang fashion itu berbeda dan pastinya semua mau terlihat sempurna di mata orang lain. Sempurna menurut persepsi orang pun berbeda-beda. Hampir di setiap negara memiliki trend dan standar fashion mereka masing-masing, meskipun, dari yang saya lihat, kebanyakan yang eksis itu memang yang mengikuti trend barat, tapi ada satu negara ini yang menurut saya sangat unik dan mengesankan. Negara tersebut memiliki street fashion style yang disebut Harajuku tyle. Iyup, Jepang!
@TokyoFashion
Menurut para pemuda Jepang, fashion yang mereka kenakan adalah identitas mereka. Tidak sedikit juga yang berkiblat pada fashion barat, tapi tidak sampai lewat batas karena mereka tetap mempertahankan identitas mereka.

      Secara general, fashion style Jepang mengikuti perkembangan trend dunia, namun hanya sebatas warna atau bentuk pakaiannya. Karena harajuku style meliputi berbagai style lain seperti lolita, gyaru, visual-kei dan sebagainya membuat mode pakaian di Jepang lebih bervariasi dan jauh berbeda dari trend dunia. Hal ini juga yang membuat pemuda Jepang lebih senang dengan fashion style dan fashion stuff lokal, dengan banyaknya aliran mode berpakaian mereka bisa leih bebas mengekspresikan diri  melalui fashion.
Eidts, tapi tunggu dulu... budaya kekinian yang menjadikan fashion sebagai tolak ukur stratifikasi dan eksistensi sosial juga ada di Jepang dan itu menjadi bagian dari identitas individual mereka.
 Semenjak krisis ekonomi pada tahun 2004, penjualan brand impor di Jepang (Louis Vuitton, Dior, dsb) meningkat dengan signifikan. Namun, lonjakan barang mewah di Jepang tidak diikuti oleh ketertarikan generasi mudanya. Analis Naoko Kuga, dari NLI Research Institute menilai anak muda Jepang justru tidak begitu tertarik pada barang mewah. Mereka enggan menghabiskan uang untuk kepemilikan barang mewah, dan memilih untuk menyewanya yang kini tersedia layanan sewa online. Hmm... mungkin kalau di Indonesia ada penyewaan barang mewah, bakalan banyak anak muda (terutama anak kos) yang tertarik nih hihihihi


Bagi masyarakat Jepang individualisme digunakan bagi para individu untuk membedakan dirinya dengan cara yang lainnya dengan cara yang lebih pasif (Mouer dan SUgimoto, 1990:193).

 
Masyarakat Jepang menggunakan barang mewah bermerk untuk mengembangkan dan mendukung identitas diri mereka dengan cara menggabungkan makna simbolik dari barang-barang mewah tersebut sebagai identitas diri mereka.
Biasanya sih orang-orang tua nih, ibu-ibu yang kalau arisan atau kumpul-kumpul bareng penampilannya harus  badayyy (kayak saya), terus pamer barang-barangnya (tas, perhiasan, dsb) deh, bir pada iri! Selain itu, barang-barang mewah tersebut bisa menaikan rasa percaya diri para kaum ibu. Biasanya kalau yang gak mampu beli barang-barang mewah tersebut akan merasa malu kalau diajak kumpul bareng. 
        Dalam survei Nikkei pada Desember 2008, sebanyak 86% perempuan Jepang setuju dengan pendapat bahwa mereka memadu-padankan gaya mereka sesuai dengan selera pribadi mereka. Jadi mereka gak terlalu terpengaruh sama trend jaman now yang nge-hits di sosial media.


Jika pada zaman dahulu dikatakan bahwa konformitas dapat mengalahkan setiap individu untuk mengekspresikan dirinya akan tetapi saat ini banyak perempuan Jepang yang lebih percaya diri untuk menciptakan gaya berpenampilan sendiri. Mereka lebih berani untuk mengkonsumsi suatu barang dengan merk yang mereka sukai, desain yang mereka sukai, ataupun tempat berbelanja yang mereka pilih untuk dikunjungi (Astmon et al, 2009).
Penjelasan diatas mendukung banget buat arti fashion bagi masyarakat Jepang nih, Pinkiesh! Kebebasan berpenampilan sebagai bentuk ekspresif diri.Terus, karena banyaknya variasi  fahion, pemuda Jepang juga jadi lebih suka produk lokal daripada produk impor. Nah, kalau kids jaman now, langsung ngerasa sombong dan bangga banget nih pas pakai branded luar. Tapi tetep cinta Indonesia kok,............ katanya. hihhihihi
Hasil gambar untuk tokyo fashion
@TokyoFashion


 Gak cuma perempuan kok, sekarang para lelaki pun sangat memperhatikan penampilan mereka. Di Jepang, para pria juga mengambil banyak bagian dalam bidang fashion, apalagi dengan banyaknya aliran street fashion Jepang, ada juga yang mengekspresikan diri mereka tanpa memperhatikan gender dan sex mereka. Sedangkan di dunia, trend fashion para lelaki jaman now juga gak kalah dari wanita, contohnya trend potongan rambut dan rambut wajah pria yang banyak tersebar di dunia maya.




https://id.pinterest.com/explore/haircuts-for-men/?lp=true
Hairstyle matter means a lot in showing any man’s personality. So it is important to pay a special look while making hairstyle for a man.  There are available men’s hairstyle ideas that you find in gents parlor also in the great resource of course web. But it is quite difficult to find the right one for you. However, maximum guys prefer to have short cut without thinking that if will this haircut suit him not.  To considering your problem that you face while getting a new men’s hairstyle, I have written this article. Here you will get some men’s hairstyle ideas considering your face shape, hair type and so on your choice.  #Hairstylesformen #Hairstylesformen2016 #shortHairstylesformen #longHairstylesformen
https://id.pinterest.com/pin/295337688044698710/

Tuh, Pinkiesh, arti fashion bagi tiap orang itu beda-beda. Ada yang menjadikannya identitas, sebagai wadah untuk mengekspresikan diri, ada juga yang menjadikannya sebagai ajang gengsi, biar terlihat terlihat eksis dan gaul gitu!
Kalau Pinkan sih, fashion ya Pinkan, identitas dan wadah untuk mengekspresikan diri.

Kalau arti fashion buat kalian apa? 

 Share pendapat kalian ya, Pinkiesh ! (^w^) ❤








Sumber:
 Perkembangan Trend Fashion di Indonesia oleh Annisa Mega - Kompasiana.com 
(SKRIPSI) Worohapsari, Nareswari. 2012. Sikap Masyarakat Jepang Terhadap Konsumsi Barang Mewah Bermerk. Depok: FIB UI.
Dior, Chanel, dan Pasar Barang Mewah Menggeliat di Jepang 
Definisi Atau Pengertian Fashion Secara Umum Terlengkap - Pengertian Apapun





Komentar

  1. iyaaa aku juga sependapat.
    Lebih baik pakai sesuatu yang sesuai buat diri kita aja.
    Karena belom tentu apa yang bagus dipake orang lain bagus dipake buat kitaa hehehe

    BalasHapus
  2. PREACH! Sangat setuju dengan pendapat anda! Fashion kepada individu itu yang membuat ciri khas dan yang membuat seseorang unik. Wear what you love

    BalasHapus
  3. Mode sebagai identitas
    Menarik ��
    Tapi sebenarnya gimana industri mode 'mengikuti' tren masyarakat?
    Bukan sebaliknya designer yang menjadikan suatu mode terentu jadi tren di masyarakat?
    Atau justru sekelompok masyarakat yang 'kebetulan' suka mode tertentu bersama-sama lalu lihat pasar yang tinggi industri mode jadi menyesuaikan?

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer